Senin, 25 Juni 2012

Tanpa Batas




Berlari mengarungi hati yang keruh
Tanpa suatu yang ragu
Dengan  halangan yang beribu
Menciptakan segalanya
Dari hati yang takkan mungkin berfungsi
Sama seperti waktu
Hanya satu
Hati yang selalu mengerang
Hati yang selalu membeku
Hancur menjadi kepingan
Yang akan tersusun kembali
Oleh cinta yang
Juga takkan sempurna
Tanpa penyempurnaNya
Semuanya terjadi
Melebihi akal sehat
Yang nantinya akan kembali
Untuk sebuah alasan dan
Harapan yang takkan pernah pasti

Saat Semuanya Berlalu




Waktu ku seakan berhenti
Tak mengenal apapun
Yang ingin dikenal dan dirasakan
Tangan lemahku aku jadikan satu-satunya
Penopang mata ini
Yang selalu ingin menangis
Saat teringat semuanya indah di masa lalu

Satu hati merasakan semua
Apa yang seharusnya tidak dilakukan
Dengan segala keterbatasan hati ini
Sebuah hati yang kecil
Yang harus bekerja lebih keras lagi
Untuk saat kenyataan pahit itu datang teringat

Dan, seperti gerimis aku pun menangis
Hatiku terus berdoa
Untuk kebahagian seorang laki-laki
Yang amat aku cintai
Dia?                                              

Ini Perasaan Yang Baru




Berusaha,... menuju ke perasaan itu setiap hari
Dengan tanpa alasan
Memahami, melihat, dan mendengarkan
Apa yang baru saja hati dapatkan
Untuk sebuah kata suci
Cinta

Mungkin tanpa logika
Tapi selalu sempurna
Meskipun semuanya terlalu cepat
Rasanya hati ini mengerti
Akan hadirnya
Cinta yang baru